Konverter Basis
Konversi antara berbagai basis bilangan termasuk biner, oktal, desimal, dan heksadesimal.
Bilangan(10) → Biner (Basis 2)
Karakter yang Tersedia
0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
0-9, A-Z (A=10, B=11, ..., Z=35)
Biner (Basis 2)
Karakter: 0, 1
Bahasa dasar komputer
misalnya, 1010₂ = 10₁₀
Oktal (Basis 8)
Karakter: 0-7
Digunakan dalam izin Unix
misalnya, 12₈ = 10₁₀
Desimal (Basis 10)
Karakter: 0-9
Digunakan dalam kehidupan sehari-hari
misalnya, 10₁₀
Heksadesimal (Basis 16)
Karakter: 0-9, A-F
Kode warna, alamat memori
misalnya, A₁₆ = 10₁₀
Metode Konversi
Basis lain → Desimal: Kalikan setiap digit dengan pangkat basis yang sesuai dan jumlahkan
Desimal → Basis lain: Bagi dengan basis target dan susun sisa dalam urutan terbalik
Perkembangan Sejarah Sistem Bilangan
Sistem bilangan telah berevolusi seiring dengan peradaban manusia. Dari basis-60 Babilonia kuno, basis-20 Maya, hingga sistem desimal kita saat ini, setiap peradaban mengembangkan sistem numerik yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Sistem Bilangan Peradaban Kuno
- • Basis-60 Babilonia: Asal usul pengukuran waktu dan sudut
- • Desimal Mesir: Sistem bilangan berbasis hieroglif
- • Basis-20 Maya: Berdasarkan jari tangan dan kaki
- • Angka Romawi: Sistem notasi aditif
Aplikasi Sistem Bilangan Modern
- • Desimal: Standar untuk kehidupan sehari-hari
- • Biner: Bahasa dasar komputer
- • Heksadesimal: Pemrograman dan alamat memori
- • Oktal: Sistem izin Unix
Sistem Bilangan dalam Ilmu Komputer
Biner (Basis 2)
Prinsip: Hanya menggunakan 0 dan 1
Penggunaan: CPU, memori, sirkuit logika
Keuntungan: Mudah diimplementasikan dengan sinyal listrik
Contoh: 1010₂ = 10₁₀
Aplikasi: Komunikasi digital, penyimpanan data
Heksadesimal (Basis 16)
Prinsip: Menggunakan 0-9, A-F
Penggunaan: Alamat memori, kode warna
Keuntungan: Representasi biner yang ringkas
Contoh: FF₁₆ = 255₁₀
Aplikasi: Pengembangan web, pemrograman sistem
Oktal (Basis 8)
Prinsip: Menggunakan 0-7
Penggunaan: Izin file Unix
Keuntungan: Mengelompokkan 3 bit bersama-sama
Contoh: 755₈ = 493₁₀
Aplikasi: Administrasi sistem, pengaturan keamanan
Sistem Bilangan dalam Pemrograman
Contoh Dunia Nyata
Kode warna: #FF0000 (merah)
Alamat memori: 0x7FFF5FBFF5B0
Izin file: chmod 755 (rwxr-xr-x)
Operasi bit: 0b1010 & 0b1100
Jaringan: Subnet mask alamat IP
Debugging dan Optimasi
Memory dump: Periksa konten memori dalam heksadesimal
Bendera bit: Kelola status dalam biner
Nilai hash: Ekspresikan checksum dalam heksadesimal
Enkripsi: Proses byte dalam heksadesimal
Kompresi: Manipulasi data pada tingkat bit
Prinsip Matematika Konversi Basis
Notasi Posisi
Nilai setiap digit ditentukan oleh pangkat basis.
1010₂ = 1×2³ + 0×2² + 1×2¹ + 0×2⁰ = 10₁₀
Algoritma Konversi
Desimal → basis-n
- 1. Bagi desimal dengan n
- 2. Catat sisa
- 3. Ulangi hingga hasil bagi adalah 0
- 4. Susun sisa dalam urutan terbalik
basis-n → Desimal
- 1. Kalikan setiap digit dengan pangkat basis
- 2. Jumlahkan semua nilai
- 3. Hasilnya adalah nilai desimal
Aplikasi Praktis Sistem Bilangan
Pengembangan Web
- • Kode warna CSS (#RGB, #RRGGBB)
- • Pengkodean URL (%20, %3A, dll.)
- • Pengkodean Base64 (email, gambar)
- • Kode karakter Unicode (U+0041)
Manajemen Sistem
- • Pengaturan izin file (chmod 755)
- • Konfigurasi jaringan (subnet mask)
- • Analisis alamat memori
- • Analisis file log
💻 Kiat Praktis
• Alat Pengembang: Anda dapat langsung memeriksa kode warna heksadesimal di alat pengembang browser.
• Penggunaan Kalkulator: Gunakan kalkulator programmer untuk konversi basis yang mudah.
• Operasi Bit: Memahami biner membantu Anda menggunakan operator bit (&, |, ^, ~) secara efektif.
• Optimasi Memori: Memahami sistem bilangan membantu mengoptimalkan penggunaan memori.